6 Desember 2010 pukul 04.00, kami tiba si rumah sakit bersalin. Bidan segera melakukan pemeriksaan dan didapati bahwa mulut vagina telah mebuka hampir 7 cm. Namun menurut bidan bahwa pada saat seperti ini biasanya selang waktu kontraksi sudah tidak ada lagi atau kontraksi terus menerus, serta bagian pusar mulai mengeras. Namun keadaan saya sedikit berbeda, kontraksi tidak terjadi terus menerus dan bagian pusar belum mengeras sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, saya diminta untuk melakukan gerakan dengan berjalan mondar mandir untuk mempercepat persalinan.
Sekitar pukul 05.00, kembali saya merasa mules akibat kontraksi dan segera dibawa ke ruang bersalin dan dari hasil pemeriksaan bahwa mulut vagina telah memasukki pembukaan 8 cm.
Bidan meminta saya untuk berbaring dengan badan menghadap kesamping dan sesekali saya disuguhi teh manis. Sebentar sebentar aku mengeram menahan sakit dorongan dari dalam perut namun bidan meminta saya untuk tidak mengejan. sembari memberi petunjuk tehnik mengejan yang benar..
Pukul 06.10, dokter tiba dan memasukki ruang bersalin tepat saat pada pembukaan 9 cm dan segera proses persalinan pun dimulai. Inilah saat saat yang menegangkan, Setelah dokter meminta aku mengejan dan memeriksa diketahui bayi mengalami sedikit kesulitan untuk keluar, maka dokter memberitahu saya bahwa ia akan menggunakan alat bantu vacumn. Alat bantu tersebut dimasukkan ke dalam mulut vagina. dan tak lama kemudian alat tersebut telah berada di dalam vagina dan kembali aku diminta untuk mengejan lagi. Setelah dua kali mengejan dan dengan bantuan vacumn tersebut, kepala bayi pun mulai keluar , tak lama kemudian tubuh mungil bayi.
Pukul 06.30, seluruh tubuh bayi telah berada diluar. segera tali pusar diputuskan dan bayi dibersihkan lubang hidung, telinga dan mulutnya serta dibersihkan tubuh mungilnya. Tak lama kemudian perutku teras mules lagi dan diraskan ada sesuatu yang akan keluar lagi dan ternyata plasenta (ari ari) yang keluar dari vagina.
setelah bayi dibersihkan dengan kain, kenudian bayiku didekapkan ke dadaku. untuk proses inisiasi menyusui dini (IMD). Saat itu, aku sempat merasa tidak percaya bahwa aku telah menjadi seorang ibu. semua rasa sakit syang telah kurasakan seketika sirna ditelan oleh merdunya suara tangisan anakku.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.